statistik

statistik

Kamis, 20 November 2014

Statistik dan Penelitian


PENGERTIAN STATISTIK


     Disadari atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bahkan sudah hampir di semua bidang menggunakan metode statistika dalam melakukan kegiatannya. Penggunaan teknik analisis statistika ternyata mampu memberikan bantuan yang cukup berarti dalam memperlancar pencapaian tujuan berbagai kegiatan. Dalam kegiatan penelitian, baik untuk kepentingan ekonomi, akademik maupun untuk pengambilan keputusan manajemen misalnya, metode statistika mampu memberikan gambaran persoalan yang diteliti dan bahkan mampu memberikan prediksi dan rekomendasi terhadap kondisi-kondisi yang mungkin muncul berkaitan dengan masalah yang dihadapi.
       Secara etimologis kata statistika berasal dari kata status (bahasa latin) atau kata staat (bahasa belanda); dalam bahasa Indonesia kata tersebut diterjemahkan menjadi Negara. Dalam kamus bahasa Indonesia, statistika diartikan dalam dua arti, statistika sebagai ilmu statistika dan kedua statistika diartikan sebagai "ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel", yaitu sebagai lawan dari kata parameter yang berarti ukuran yang diperoleh atau berasal dari populasi. Dalam hal pengertian sebagai ukuran yang diperoleh dari sampel sering disebut dengan istilah statistik.
       Statistik diartikan sebagai kumpulan fakta yang terbentuk angka - angka yang disusun dalam bentuk daftar atau tabel yang menggambarkan suatu persoalan. Menurut Sudjana (1986:3), kata statistik dipakai untuk menyatakan kumpulan data bilangan, maupun bilangan yang disusun dalam tabel atau diagram yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan.
     Lebih lanjut. Sadjana (1986:3) didefinisikan statistika sebagai pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan data, pengelolahan atau penganalisisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang telah dilakukan. Statistika dapat diartikan sebagi ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana cara kita mengumpulkan, mengelolah, menganalisis dan menginterpretasikan data sehingga dapat disajikan dengan lebih baik dan dapat ditarik kesimpulan.

·  Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data.

·     Statistik adalah kumpulan data dalam bentuk angka maupun bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang menggambarkan atau berkaitan dengan suatu masalah tertentu.
Contoh :
a.  Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah penduduk.
b.  Statistik ekonomi adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah ekonomi.

Beberapa pandangan lain tentang pengertian statistik dari para ahli:
1.   Statistik adalah cara untu mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logik dari pengolahan data. (Prof.Drs.Sutrisno Hadi,MA).

2. Statistik adalah sekumpulan cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan(Analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. (Prof.Dr.H.Agus Irianto).

3.  Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisisa, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka. (Ir.M.Iqbal hasan,MM).

4. Statistik adalah metode yang memberikan cara-cara guna menilai ketidak tentuan dari penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. (Stoel dan Torrie).

5.  Statistik adalah metode/asas-asas mengerjakan/memanipulasi data kuantitatif agar angka-angka tersebut berbicara.(Anto dajan).

6.  Statistik diartikan sebagai data kuantitatif baik yang masih belum tersusun maupun yang telah tersusun dalam bentuk table. (Anto dajan).

7. Statistik adalah studi informasi dengan mempergunakan metodologi dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan praktis yang muncul di berbagai bidang. (Suntoyo Yitnosumarto)

           Jadi secara singkat statistik dapat diartikan, sebagai cara maupun aturan-aturan yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan (analisis), penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka-angka, dengan menggunakan suatu asumsi-asumsi tertentu. Sedangkan pengetahuan yang membicarakan tentang cara-cara ini disebut statistika.
             Sedangkan Ssatistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk disajikan secara lengkap dalam bentuk yang mudah dipahami penggunannya.

VARIABEL PENELITIAN
a. Definisi
Variable adalah karakteristik yang akan diobservasi dari satuan pengamatan. Karakteristik yang dimiliki satuan pengamatan keadannya  berdeda-eda (berubah-ubah) atau memiliki gejala yang bervariasi dari satu satuan pengamatan ke satu satuan pengamatan lainnya. Untuk satuan pengamatan yang sama karakteristiknya berubah menurut waktu dan tempat.

Variabel diklasifikasikan menjadi dua yaitu: Variabel kualitatif dan variable kuantitatif. Variabel kualitatif (qualitative variable) Merupakn variable kategori. Misalnya: Jenis pekerjaan orang (sopir, bisnisman, guru), displin karyawan (bagus, jelek, sedang), jabatan dalam perusahaan (supervisor, manajer, kepala bagian). Variabel kualitatif adlah variable dengan skala nominal dan ordinal.
Variabel kuantitatif (quantitative variable) disebut pula variable numeric diklasifikasikan menjadi dua jeni, yaitu: variable diskret (discrete variable) dan variable kontinu (continous variable). Variabel diskret merupakan variable yang besarannya tidak dapat menempati semua nila. Nilai variable diskret selalu berupa bilangan bulat dan umumnya diperoleh dari hasil pencacahan/menghitung/membilang. Contoh: Jumlah kantor pos yang ada di Jakarta tahun 2010 berjumlah 175 kantor pos, jumlah yang melahirkan I kota Bogor tahun 2005 adalah 100.000 orang.
Variabel kontinu merupakan variable yang besarannya dapat menempati semua nilai yang ada diantara dua titik dan umumnya diperoleh dari hasil pengukuran. Sehingga pada variable kontinu dapat dijumpai nilai-nilai pecahan atau nilai-nilai bulat. Contoh tinggi badan Ari adalah 170,50 cm.


PARADIGMA PENELITIAN

     Secara umum pendekatan penelitian atau sering juga disebut paradigma penelitian dapat dikelompokan menjadi paradigma penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Paradigma adalah seperangkat asumsi tersurat dan tersirat yang menjadi gagasan-gagasan ilmiah (Ihalauw, 2004). Lebih lanjut dijelaskan bahwa paradigma bukan masalah salah atau benar, melainkan lebih memberikan manfaat atau kurang bermanfaat sebagai sebuah cara pandang terhadap sesuatu. Perbedaan anatar kualitatif dan kuantitatif ini dibedakan oleh paradigma yang masing-masing menjadi kesepahaman para ahli-ahli pengikutnya. Banyak tulisan telah membahas apa-apa saja yang membedakan antara keduanya. Salah satunya disajikan pada Tabel di bawah ini.

    Asumsi
  Pertanyaan
     Kuantitatif
               Kualitatif
Ontologis
Apa realitas?
Obyektif, tunggal, terpisah dari peneliti
Subyektif, ganda, seperti yang dilihat penelti
Episto-mologis
Hubungan peneliti dengan objek?
Peneliti independen
Peneliti berinteraksi dengan yang diteliti
Aksiologis
Peranan nilai ?
Bebas nilai dan tidak bias
Terikat nilai dan bias
Retorik
Bahasa penelitian?
·  Formal;
·  melibatkan seperangkat definisi
·   Informal;
·   melibatkan keputusan-keputusan
Metodologis
Proses penelitian?
·Deduktif;
·Hubungan sebab akibat;
·Rancangan statis;
·Bebas konteks;
·Generalisasi yang mengarah prediksi, eksplorasi, pemahaman;
·Akurasi & reliabel lewat uji
·     Induktif;
·    Faktor terbentuk secara           silmutan timbal balik;
·     Rencana berkembang;
·     Terikat konteks;
·    Pola & teori untuk                    pemahaman;
·    Akurasi & reliabel lewat          pembuktian

          Secara sederhana yang membedakan keduanya ialah penelitian berparadigma kualitatif menekankan pada proses, sedangkan penelitian berparadigma kuantitatif menekankan pada produk. Sekali lagi, pandangan tersebut memberi gambaran tegas perbedaan antara kualitatif dengan kuantitatif

PROSES PENELITIAN
            Yang dibutuhkan dalam penelitian adalah adanya prosedur secara sistematis, yaitu sebagi langkah-langkah untuk memudahkan melakukan penelitian. Langkah-langkah ini paling starategis dalam penelitian, yaitu:

1. Mengidentifikasi Masalah
        Yang dimaksud dengan mengidentifikasi masalah ialah peneliti melakukan tahap pertama dalam melakukan penelitian, yaitu merumuskan masalah yang akan diteliti. Tahap ini merupakan tahap yang paling penting dalam penelitian, karena semua jalannya penelitian akan dituntun oleh perumusan masalah. Tanpa perumusan masalah yang jelas, maka peneliti akan kehilangan arah dalam melakukan penelitian.

2 Membuat Hipotesa
         Hipotesa merupakan jawaban sementara dari persoalan yang kita teliti. Perumusan hipotesa biasanya dibagai menjadi tiga tahapan: pertama, tentukan hipotesa penelitian yang didasari oleh asumsi penulis terhadap hubungan variable yang sedang diteliti. Kedua, tentukan hipotesa operasional yang terdiri dari Hipotesa 0 (H0) dan Hipotesa 1 (H1). H0 bersifat netral dan H1 bersifat tidak netral. Perlu diketahui bahwa tidak semua penelitian memerlukan hipotesa, seperti misalnya penelitian deskriptif. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini akan dibahas pada BAB V.

3. Studi Literature
     Pada tahapan ini peneliti melakukan apa yang disebut dengan kajian pustaka, yaitu mempelajari buku-buku referensi dan hasil penelitian sejenis sebelumnya yang pernah dilakukan oleh orang lain. Tujuannya ialah untuk mendapatkan landasan teori mengenai masalah yang akan diteliti. Teori merupakan pijakan bagi peneliti untuk memahami persoalan yang diteliti dengan benar dan sesuai dengan kerangka berpikir ilmiah.

4. Mengidentifikasi dan Menamai Variabel
      Melakukan identifikasi dan menamai variable merupakan salah satu tahapan yang penting karena hanya dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang diteliti.

5. Membuat Definisi Operasional
      Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variable-variabel yang sedang diteliti menjadi bersifat operasional dalam kaitannya dengan proses pengukuran variable-variabel tersebut. Definisi operasional memungkinan sebuah konsep yang bersifat abstrak dijadikan suatu yang operasional sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan pengukuran.
6. Memanipulasi dan Mengontrol Variabel
     Yang dimaksud dengan memanipulasi variable ialah memberikan suatu perlakuan pada variable bebas dengan tujuan peneliti dapat melihat efeknya bagi variable tergantung atau variable yang dipengaruhinya. Sedang yang dimaksud dengan mengontrol variable ialah melakukan kontrol terhadap variable tertentu dalam penelitian agar variable tersebut tidak mengganggu hubungan antara variable bebas dan variable tergantung.

7. Menyusun Desain Penelitian
       Apa yang dimaksud dengan menyusun desain penelitian? Desain penelitian khususnya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif merupakan alat dalam penelitian dimana seorang peneliti tergantung dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu penelitian yang sedang dilakukan. Desain penelitian bagaikan alat penuntun bagi peneliti dalam melakukan proses penentuan instrumen pengambilan data, penentuan sample, koleksi data dan analisanya. Tanpa desain yang baik maka penelitian yang dilakukan akan tidak mempunyai validitas yang tinggi.

8. Mengidentifikasi dan Menyusun Alat Observasi dan Pengukuran
    Yang dimaksud pada bagian ini ialah tahap dimana seorang peneliti harus melakukan identifikasi alat apa yang sesuai untuk mengambil data dalam hubungannya dengan tujuan penelitannya. Pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif biasanya peneliti menggunakan kuesioner, khususnya dalam penelitian-penelitian jenis Ex Post Facto.

9. Membuat Kuesioner dan Jadwal Interview
      Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif, kuesioner merupakan salah satu alat yang penting untuk pengambilan data; oleh karena itu, peneliti harus dapat membuat kuesioner dengan baik. Cara membuat kuesioner dapat dibagi dua, yaitu dari sisi format pertanyaan dan model jawaban. Disamping kuesioner, alat pengambilan data juga dapat dilakukan dengan interview. Cara-cara melakukan interview diatur secara sistematis agar dapat memperoleh informasi dan/atau data yang berkualitas dan sesuai dengan yang diinginkan oleh peneliti.

10. Melakukan Analisa Statistik
      Salah satu cirri yang menonjol dalam penelitian yang menggunanakan pendekatan kuantitatif ialah adanya analisa statistik. Analisa statistik digunakan untuk membantu peneliti mengetahui makna hubungan antar variable. Sampai saat ini, analisa statistik merupakan satu-satunya alat yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk menghitung besarnya hubungan antar variable, untuk memprediksi pengaruh variable bebas terhadap variable tergantung, untuk melihat besarnya pesentase atau rata-rata besarnya suatu variable yang kita ukur.

11. Menggunakan Komputer untuk Analisa Data
    Dengan berkembangnya teknologi komputer yang semakin canggih dan dituntutnya melakukan penelitian secara lebih cepat serta kemungkinan besarnya jumlah data, maka seorang peneliti memerlukan bantuan komputer untuk melakukan analisa data. Banyak perangkat lunak yang telah dikembangkan untuk membantu peneliti dalam melakukan analisa data, baik yang bersifat pengelohan data maupun analisanya. Salah satu program yang popular ialah program SPSS.

12. Menulis Laporan Hasil Penelitian
       Tahap terakhir dalam penelitian ialah membuat laporan mengenai hasil penelitian secara tertulis. Laporan secara tertulis perlu dibuat agar peneliti dapat mengkomunkasikan hasil penelitiannya kepada para pembaca atau penyandang dana.

PERAN STATISTIK DALAM PENELITIAN

  •        Peranan Stasistik Dalam Perumusan


Peranan statistic sebagai pernyataan yang menujukan pertautan antara dua variable atau lebih itu sebenarnya adalah perumusan menurut model matematis. Selanjutnya perumusan-perumusan hipotesis dalam hipotesis alternative dan hipotesis nol adalah konsep dalam statistic. Hipotesis nol dirumuskan atas dasar teoritis probabilitas. Karenaitu pemahaman terhadap konsep-konsep dasar mengenai teori ini akan sangat membantu sesorang untuk merumuskan hipotesisnya secara lebih cermat.

  •         Peranan Statistik Dalam Pengembangan Alat Pengambilan data comp

Sebelum seseorang menggunakan suatu alat pengambil data, dia harus mempunyai kepastian bahwa alat yang digunakannya itu mempunyai taraf reliabilitas dan taraf validitas yang diperlukan. Untuk menguji kualitas alat pengambil data itu cara yang terbaik ialah dengan menerapkan metode-metode statistic tertentu. Dan untuk tujuan ini dalam bidang statistic telah dikembangkan banyak metode atau teknik. Berbagai teknik tersebut biasa disajikan di bawah judul Reliabilitasi dan Validitas.
  •        Peranan Statistika Dalam penyusuanan Rancangan Penelitian

Keunggualan dan kekurangan yang terletak pada masing-masing rancangan yaitu keunggulan dan kekurangan dilihat dari sudut pertimbangan statistic. Hal demikina karan dengan cara itulah peneliti dapat mengetrahui kekuatan dan keterbatasan penelitian yang dilakukansebagai uapaya untuk mendapatkan pengetahuan yang benar mengenai masalahyang sedang ditelitinya.
  • Peranan Statistik Dalam Penentuan Sampel Penelitian

Tujuan teknik penentuan sample yaitu Agar diperoleh sample yang representative bagi populasinya. Penggunaan teknik-teknik tersebut hanya sah kalu asumsi-asumsi yang mendasrinya terpenuhi, namun tidak dapat diingakari bahwa bagian statistik ini telah banyak membantu para peneliti dakam melakukan kegiatannya.
  • Peranan Statistik Dalam pengelohan dana Analisis data


  1.           Statisitik telah membantu mengambangk teknik-teknik untuk mengklasifikasi data dan menyajikan data yang sangat mebantu para peneliti
  2.          Statistik juga telah mengambangakan teknik-teknik perhitungan harga-harga tertentu.
  3.          Statistik telah dikembangakan berbagai metode untuk menguji hipotesis  

FUNGSI DAN KEGUNAAN STATISTIKA

a. Fungsi Statistika
          Statistika membantu seseorang untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa, dan menyimpulkan hasil-hasil yang telahh dicapai dalam kegiatan tertentu. Dalam hal ini statistika merupakan alat bantu. Sedangkan menurut Hasan (2008). Statistika berfungsi sebagai:
1.      Bank data, yaitu meyediakan data untuk diolah dan diinter pretasikan agar dapat dipakai menerangkan keadaan yang perlu diketahui atau diungkap;
2.      Alat quality control, yaitu sebagai alat pembantu standarrisasi dan sekaligus sebagi alat pengawas;
3.      Pemecah masalah dan pembuatan keputusan sebagi dasar penetapan kebijakan dan langkah lebih lanjut untuk mempertahankan dan mengembangkan suatu lembaga dalam pemberian pelayan dan sebaginya.

b. Kegunaan Statistika
          Menurut Sudjiyono (2006), banyak manfaat dan kegunaan dari statistika yaitu;
1.      Memperoleh gambaran, baik gambaran secara umum maupun secara khusus tentang suatu gejala, peristiwa atau obyek.
2.      Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala, keadaan, atau peristiwa dari waktu kewaktu
3.  Melakukan pengujian apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lainnya ataukah tidak;  jika terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti(menyakinkan) atau kah perbedaan itu terjadi hanya karna kebetulan.
4.      Mengetahui apakah gejala yang satu ada hubungan dengan gejala yang lainnya.
5.      Menyusun laporan yang berupah data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
6.     Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin tejadi di masa mendatang.

MACAM-MACAM STATISTIK
            Ada dua macam statistika yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data misal dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah, mendeksripsikan menggunakan tabel – tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu misal melakukan pengujian hipotesis melakukan prediksi observasi masa depan atau membuat model regresi.
  1. Statistika Deskriptif

          Statistika deskriptif disebut pula statistika deduktif, merupakan bagian dari statistika yang mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami.
Statistika deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, statistika deskriptif hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika deskriptif.
a.      Sekurang-kurangnya 10 % dari semua kabakaran di sebuah kota tertentu yang dilaporkan setiap tahun yang diakibatkan oleh tindakan-tindakan sengaja yang tidak bertanggung jawab.
b.      Sebanyak 50 % diantara semua pasien yang menerima suntikan obat, ternyata kemudian menderita efek samping obat itu.
         Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif (jika ada ) hanya ditunjukkan pada kumpulan data yang ada didasarkan atas ruang lingkup bahasanya, statistika deskriptif mencukup hal berikut :
1.      Penyajian data dalam bentuk table, seperti : table tunggal , tabel kontigensi, maupun tabel distribusi, frekuensi;
2.       Penyajian data bentuk grafik seperti : diagram batang, diagram garis, diagram lingkaran, diagram pencar, diagram peta (kartogram),diagram symbol (  pictogram ), maupun diagram yang disajikan dari tabel distribusi frekuensi,yaitu : histogram, polygon frekuensi, dan ogiver.
3.      Ukuran nilai pusat dan letak,seperti : perata, median, modus, varian, simpangan baku, kuartil, desil, persentil, dan sebaginya ;
4.      Ukuran despersi atas simpangan, seperti :jangkauan atau rentang, rataan simpangan, variansi, simpangan baku, dan sebagainya ;
5.      Model distribusi data, yaitu : kemencengan dan keruncingan kurva distribusi.
6.      Angka indeks
7.      Time series/ deret waktu /data berkala.

       2. Statistika Inferensial
            Statistika inferensial disebut pula statistika induktik adalah bagian dari statistika yang mempelajari mengenai penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum dari data sampel yang tersedia. Statistika inferensial berhubungan dengan pendugaan populasi dan pengujian hipotesis dari suatu data atau keadaan atau fenomena. Dengan kata lain, statistika inferensial  berfungsi meramalkan dan mengontrol keadaan atau kejadian. Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang mencakup pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika inferensial.
a.      akibat penuruan produksi minyak oleh Negara-negara penghasilan minyak dunia, diramalkan harga minyak akan menjadi 2 kali lipat pada tahun-tahun yang akan datang.
b.      Dengan mengansumsikan bahwa kerusakan tanaman kopi jenis Arabica kurang dari 30 % akibat musin dingin yang lalu maka harga kopi jenis tersebut diakhir tahun nanti tidak akan lebih dari Rp. 50.000 sen per satu kilogram.

          Penarikan kesimpulan pada statistika inferensial ini merupakan generalisasi dari suatu populasi berdasarkan data (sampel) yang ada. Statistikla inferensial biasanya untuk membuat generalisasi dari kaitan antara 2 (dua) atau lebih fenomena atau variabel. Secara garis besar kaitan antara dua atau lebih fenomena atau variabel dapat dibedakan atas dua bentuk kaitan, yaitu asosiasi ( hubungan) dan komparasi (perbandingan).
Sedangkan ditinjau dari teknik uji statistika yang dapat digunakan, statistic inferensial dapat dibedakan atas : statiska parametrik dan statistika non parametrik. Statistika parametric merupakan teknik uji statistika yang dilakukan terhadaap parameter dari suatu variabel/objek  secara langsung. Sedangkan statistika non parametric merupakan teknik uji statistika dilakukan terhadap sisi lain dari parameter suatu variabel / objek yang akan dikaji. Misalkan akan dikaji tentang variabel “tinggi badan mahasiswa” , maka jika data yang dianalisis dalam uji statistika adalah ukuran dari tinggi badan secara langsung, hal tersebut merupakan ukuran parametric; sedangkan apabila kajian terhadap tinggi badan mahasiswa tersebut, dilakukan dengan cara mengkaji urutan atau peringkat / rangking dari tinggi badan mahasiswa, hal ini menunjukkan ukuran non parametric. Karena peringkat tinggi badan merupakan “sisi lain” dari “ukuran” tinggi badan.
         Untuk ini , maka ruang lingkup bahasan statistika inferensial secara sederhana dapat dikelompokkan atas :
1.      Uji persyaratan analisi (uji pelanggaran klasik), seperti : uji normalitas, uji homogenitas, uji kelinearan, uji multikolinealitas dan lainnya;
2.      Uji hipotesis asosiasi,seperti : uji korelasi, uji regresi, uji analisis jalur ( path analysis ), dan uji kanonikal;
3.      Uji hipotesis komperasi, seperti : uji-t untuk uji beda 2 kelompok data ,uji- Tukey ,ANAVA (Analysis Varian), ANAKOVA ( Analysis Kovarian), MANOVA (Mutivariat Analysis Of Varians), dan MANCOVA ( Multivariat analysis of Covarians).

BERBAGAI MACAM DATA PENELITIAN
           Data merupakan fakta empirik yang sudah dikumpulkan oleh peneliti untuk memecahkan masalah / menjawab pertanyaan penelitian. Data penelitian bisa berasal dari berbagai hal yang dikumpulkan dengan memakai berbagai teknik selama proses penelitian berlangsung. Berikut jenis data penelitian :

1. Data berdasarkan sumbernya
 Berdasarkan sumbernya, data penelitian bisa dikelompokkan ke dalam 2 jenis yakni data primer serta data sekunder.
a.      Data primer merupakan data yang didapat / dikumpulkan oleh peneliti dengan cara langsung dari sumbernya. Data primer biasanya disebut dengan data asli / data baru yang mempunyai sifat up to date. Untuk memperoleh data primer, peneliti wajib mengumpulkannya secara langsung. Cara yang bisa digunakan peneliti untuk mencari data primer yaitu observasi, diskusi terfokus, wawancara serta penyebaran kuesioner.
b.      Data sekunder merupakan data yang didapat/ dikumpulkan peneliti dari semua sumber yang sudah ada dalam artian peneliti sebagai tangan kedua. Data sekunder bisa didapat dari berbagai sumber misalnya biro pusat statistik yang biasanya disingkat dengan BPS, jurnal buku, laporan dan lain sebagainya. Pemahaman pada ke 2 jenis data di atas dibutuhkan sebagai landasan untuk menentukan cara dan langkah-langkah pengumpulan data penelitian.

   2.  Data berdasarkan sifatnya
                         berdasarkan sifat dan bentuknya, data penelitian bisa dibedakan menjadi 2 jenis yaitu data kualitatif ( data yang berbentuk kata – kata atau kalimat ) dan data kuantitatif ( data yang berbentuk angka ). Data kuantitatif bisa dikelompokkan berdasarkan teknik mendapatkannya yakni data diskrit serta data kontinum. Data berdasarkan sifatnya, data kuantitatif tersusun atas data nominal, data interval, data rasio dan data ordinal.

a.      Data kualitatif = data kualitatif merupakan data yang berbentuk kalimat bukan berbentuk angka. Data kualitatif didapat melalui berbagai jenis cara pengumpulan data seperti analisis dokumen, wawancara, diskusi terfokus, / observasi yang sudah dituangkan ke dalam catatan lapangan / transkrip. Bentuk lain dari data kualitatif adalah foto yang didapat melalui pemotretan / rekaman video.
Contoh 1.3
Warna, jenis kelamin, status perkawinan sangat baik dan sebagaimana.

b.      Data kuantitatif = merupakan data yang berbentuk angka / bilangan. Sesuai dengan kriterianya, data kuantitatif bisa diolah / dianalisis memakai teknik perhitungan statistika / matematika.
Contoh 1.4
Tinggi ,umur, jumlah, skor hasil belajar, temperature dll .

              3.       Data berdasarkan menurut susunannya
menurut susunannya, data dibagi atas data acak atau data tunggal dan data berkelompok.
       a.         Data acak/data tunggal
Data acak/data tunggal adalah data yang belum tersusun atau dikelompokkan kedalam kelas-kelas interval.
Contoh 1.1
Data hasil pengukuran berat siswa kelas VIII ( dalam kg) ialah sebagai berikut :
35
37
30
40
38
30
33
31
32
40
39
37
35
34
33
32
36
36
34
34
32
36
38
39
40
35
30
32
33
32
30
34
39
40
38
37
29
35
38
37
29
29
38
35
27

b.   Data berkelompok adalah data-data yang sudah tersusun atau dikelompokkan dalam kelas-kelas interval. Data berkelompok disusun dalam bentuk distribusi frekuensi / tabel frekuensi.
Contoh 1.2
Data nilai dan jumlah siswa yang memperolehnya untuk pelajaran matematika kelas VIII ialah sebagai berikut.
Tabel 1.1 Tabel Penolong distribusi frekuensi
Nilai
Turus
Frekuensi
1-2
3-4
5-6
7-8
9-10
III
IIIII  
IIII
IIIIIIIIII
IIII   


3
5
10
15
7

Data berkelompok ini terbagi menjadi :
a.      Data kelompok diskrit
Data yang diperoleh dari hasil menghitung termasuk dalam data diskrit (jumlah anak dan lain-lain)

b.      Data kelompok kontinu
Sebuah data dikatakan berdistribusi kontinu apabila data tersebut diukur dalam skala kontinu atau data yang didapat dari hasil mengukur contoh data kontinu (tinggi badan ,berat badan, hasil belajar, motivasi belajar dan lain-lain.

4.      Data berdasarkan menurut waktu pengumpulannya
menurut waktu pengumpulannya data dibagi atas data berkala (time series) dan data cross section
a.      Data berkala (time series)
Data berkala adalah data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan.

Contoh 1.5
Data perkembangan harga 9 macam bahan pokok selama 10 bulan terakhir yang dikumpulkan setiap bulan.

b.      Data cross section
Data cross section adalah data yang terkumpul pada sewaktu-waktu tertentu untuk memberikan gambaran perkembangan keadaan atau kegiatan pada waktu itu.

Contoh 1.6
Data sensus penduduk tahun 2010, data hasil ujian nasional siswa SMA tahun 2011 dan sebaginya.

5.      Data berdasarkan menurut skala pengukurannya
Skala pengukuran adalah peraturan penggunaan notasi bilangan dalam pengukuran. Menurut skala pengukurannya, data dapat dibedakan atas empat jenis, yaitu data nominal, data ordital, data interval dan data lainnya.

a.    Data nominal
Data nominal adalah data yang diberikan pada objek atau kategori yang tidak menggambarkan kedudukan objek atau kategori tersebut terhadap objek atau kategori lainnya,tetapi hanya sekedar label atau kode saja. Data ini hanya mengelompokkan objek atau kategoru kedalam kelompok tertentu. Data nominal memiliki cirri hanya dapat dibedaka antara data satu dengan lainnya dan tidak bisa diurutkan /dibandingkan. Data ini mempunyai cirri, yaitu :
1)   Kategori data bersifat saling lepas ( satu objek hanya masuk pada satu kelompok saja)
2)   Kategori data tidak disusun secara logis.
Contoh 1.7
Warna rambut, jenis kelamin, etnis/suku, agama dan lain –lain.

b.    Data ordinal
Data ordinal adalah data yang penomoran objek atau kategorinya disusun menurut besarnya, yaitu dari tingkah terendah ke tingkat tertinggi atau sebaliknya dengan jarak/rentang yang tidak harus sama. Data ini memiliki ciri seperti pada cirri data nominal ditambah satu ciri lagi, yaitu kategori data dapat disusun/ diurutkan berdasarkan urutan logis dan sesuai dengan besarnya katakteristik yang dimiliki.
Contoh 1.8
Tingkat pendidikan, golongan pegawai, kasta, dan lain-lain.

c.    Data interval
Data interval adalah data dengan objek/kategori yang dapat dibedakan antara data satu dengan lainnya, dapat diurutkan berdasarkan suatu atribut dan meiliki jarak yang memberikan informasi tentang interval antara tiap objek/kategori sama. Besarnya interval dapat ditambah atau dikurangi. Data ini memili ciri sama sama dengan cirri pada data ordinal ditambah satu cirri lagi, yaitu urutan kategori data mempunyai jarak yang sama.
 Contoh  1.9
Temperature, skor IQ, skor hasil belajar dan lain-lain.

d.    Data Rasio
Data rasio adalah data yang memiliki sifat-sifat data nominal, data ordinal,a interval, dilengkapi dengan kepemilikan nilai atau titik nol absolut/mutlak dengan makna empiric. Data rasio dapat dibagi atau dikali.
Contoh 2.0
Umur, tinggi badan, berat dan lain-lain.

   PEDOMAN UNTUK MEMILIH TEKNIK STATISTIK
Teknik analisis statistik apa yang digunakan dalam suatu penelitian yang digunakan haruslah teknik yang paling tepat. Masing-masing teknik statistik mempunyai peruntukan masing-masing. Oleh karena itu dalam memilih teknik statistik harus mempertimbangkan beberapa aspek, di antaranya:
  •  Jenis penelitian, apakah hanya penelitian deskriptif atau penelitian yang mengambil suatu kesimpulan (inferensial).
  • Jenis hipotesis yang yang kita ajukan dalam penelitian. Peneliatian yang beripotesis deskriptif, teknik analisisnya berbeda dengan penelitian yang berhipotesis komperatif atau asosiatif.
  • Skala data dalam penelitian. Penelitian yang mempunyai skala data nominal teknik yang digunakan berbeda dengan penelitian yang berskala data ordinal dan rasio.
  • Normalitas data. Jika data penelitian kita berdistribusi normal maka kita dapat menggunakan teknik analisis paramatrik, namun jika tidak normal maka teknik statistik yang digunakan adalah non-parametrik.
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar